Kabar Sukacita Bagi Kita Hari Ini, 21 Feb 2024
Ketika Anda melihat
kesalahan orang lain, apa yang Anda lakukan?
Banyak dari kita membawa
luka batin yang dalam yang telah kita terima dari tangan orang lain. Mereka
yang melukai kita mungkin mengatakan sambil lalu "maafkan saya"
kemudian melupakannya. Mungkin mereka bertindak seolah-olah tidak ada hal berbahaya
yang terjadi. Apakah Anda merasa sulit melupakan secara khusus? Apakah Anda
menghindari mereka yang menyakiti Anda? Di sisi lain, mungkin orang lain
menghindari Anda karena kesalahan yang telah Anda lakukan pada mereka.
Dalam perumpamaan ini,
Yesus menyebut hamba itu jahat karena, setelah menerima pengampunan, dia tidak
menanggapinya dengan baik. Sebaliknya, ia mengenakan kepada orang yang
berhutang kepadanya standar yang lebih tinggi daripada yang ia alami sendiri.
Ketika kita membaca bagian ini hati kita berseru, "Tidak Adil!" Kita
dapat melihat ketidakadilan itu dengan sangat jelas: hamba itu seharusnya telah
menghapus hutang orang-orang yang berhutang kepadanya.
Kita menyadari dan
menginginkan keadilan karena karunia Allah kepada kita. Bagaimana seharusnya
kita menanggapi kesalahan orang lain? Bacaan ini memperingatkan kita tentang
pengampunan yang tulus di dalam hati kita. Di sini kita melihat dengan tepat
bagaimana Allah mengharapkan kita untuk menanggapi perilaku orang lain yang
berdosa. Dia mengharapkan kita untuk mengampuni. Atas dasar apakah Allah
menekankan ekspektasi ini? Harapan-Nya didasarkan kepada pengampunan-Nya
sendiri kepada kita. Kita sering menilai orang lain dengan standar yang berbeda
dari yang kita gunakan untuk menilai diri kita sendiri.
Kita melihat dosa orang
lain terhadap kita lebih menyedihkan daripada perbuatan buruk kita sendiri,
atau kita mengharapkan mereka menunjukkan belas kasihan yang lebih besar
daripada yang kita sendiri berikan. Perilaku seperti itu dilarang oleh Tuhan.
Sebaliknya, Ia ingin kita mengingat belas kasih-Nya dan bertindak sesuai dengan
itu. Pada akhirnya, dosa-dosa kita terhadap orang lain adalah dosa terhadap
Tuhan. Dia menciptakan setiap dari kita dan ingin agar kita melihat satu sama
lain sebagai sesuatu yang berharga, bahkan menempatkan kebutuhan orang lain di
atas kebutuhan kita sendiri (Filipi 2:1-4). Dia telah dengan jelas menetapkan
standar pengampunan yang tinggi, karunia keselamatan kita sendiri.
Bagaimana Anda dapat
berubah? Buatlah daftar beberapa cara di mana Tuhan telah mengampuni Anda.
Pertimbangkan kasih Allah yang besar untuk Anda: di dalam Kristus Ia dengan
cuma-cuma menyediakan jalan untuk mengampuni Anda, bahkan saat Anda menolak dia
(Roma 5:8). Mulailah memberikan pengampunan kepada orang lain, bukan
berdasarkan perasaan, tetapi berdasarkan karunia Tuhan yang cuma-cuma dan penuh
belas kasihan kepada Anda. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.
The Missional Church HKI

Komentar
Posting Komentar