Kabar Sukacita Bagi Kita Hari Ini, 5 Feb 2024


 

1 Yohannes 3:18

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. 

 

1 Yohanes 3:11–18 menggambarkan kontras antara kebencian dan kasih, dan bagaimana kasih harus dilihat dalam kehidupan seorang Kristen yang percaya. Kejahatan memiliki kebencian yaitu cemburu untuk kebaikan. Inilah sebabnya Kain membunuh Habel, dan mengapa kebencian dianggap setara secara spiritual dengan pembunuhan. Orang Kristen diharapkan untuk melakukan lebih dari sekadar merasakan cinta, mereka diperintahkan untuk bertindak berdasarkan itu, dalam pengorbanan tanpa pamrih.

 

Mengikuti penerapannya di ayat 17, Yohanes merangkum perlunya orang Kristen bertindak berdasarkan kasih, bukan hanya memikirkannya. Penting untuk mengomunikasikan cinta melalui kata-kata kita, tetapi kita juga harus melakukannya melalui tindakan kita. Yesus memberikan peringatan serupa kepada orang-orang Farisi dalam Matius 15:4–9. Sama seperti iman yang benar-benar menyelamatkan akan menghasilkan perbuatan baik (Yakobus 2:17-19), mengasihi orang lain yang benar-benar akan menghasilkan tindakan yang penuh kasih. Ayat ini sekali lagi menggunakan akar kata Yunani agape, yang berarti kasih tanpa pamrih dan pengorbanan.

 

Yesus tidak hanya berbicara tentang cinta, Dia memberikan tindakan yang kuat untuk menyatakan  ajaran-Nya. Yohanes 13 menawarkan contoh yang jelas dimana Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya untuk mengajar mereka saling melayani dalam kerendahan hati. Kematiannya di kayu salib menawarkan bukti cinta yang paling kuat "dalam perbuatan dan kebenaran." Dia menanggung penderitaan, ejekan, dan kematian dari mereka yang seharusnya mengakui Dia sebagai Mesias. Namun tindakan-Nya juga mencakup kebangkitan-Nya, menawarkan kasih dalam tindakan yang mengubah jalannya sejarah. Kiranya Roh Kudus Memampukan kita untuk melakukannya juga. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.

C.Pdt. Magel Haens Sianipar, S.Th, M.Th

 

 


Komentar