Kabar Sukacita Bagi Kita Hari Ini, 7 Feb 202
Filipi 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipji, pikirkanlah semuanya itu.
Dalam suatu pertemuan, seorang pemuda bercerita tentang apa yang dialaminya di tengah-tengah pekerjaannya ”Saya tidak bisa maksimal untuk melakukan pekerjaan yang telah diminta oleh mentor saya Saya selalu gagal dari beliau, saya tidak tau apa yang harus saya perbuat, saya sudah coba untuk mengikuti yang disarankan namun tetap gagal. Setelah lama berbicara dengan pemuda ini satu hal yang tidak disadarinya bahwa dia tidak menyukai mentornya, schingga ketika dia melakukan tugasnya selalu terganggu dengan bayang-bayang mentornya, semakin dia memikirkan mentornya semakin dia marah dan kesal".
Percaya atau tidak, apa yang sedang kita pikirkan, entah itu baik ataupun buruk, nantinya bisa mempengaruhi sesuatu yang sedang kita jalani. Pemuda ini selalu memikirkan ketidaksukaannya kepada mentornya dan berakibat pekerjaannya tidak maksimal. Banyak pendapat yang telah mengungkapkan bahwa berpikir negatif tidak baik bagi kesehatan, jiwa dan raga kita. Tidak hanya dari segi fisik saja, berpikiran negatif juga dapat mempengaruhi kadar kebahagiaan kita. Lebih sering merasakan emosi negatif maka kesehatan mental akan semakin memburuk dan mengikis kebahagiaan diri sendiri. Paulus sendiri mengingatkan kita untuk berperilaku yang sehat dengan memikirkan hal-hal yang positif, karena itu bisa membangun diri sendiri dan kebahagiaan kita. Di tengah menghadapi kecemasan, ketakutan yang membebani kita, Tuhan memanggil kita untuk mengembangkan pikiran yang benar-benar positif, berbeda dari apa yang biasanya kita lakukan. Bagaimana kita bisa berpikiran positif di tengah kekacauan dan kesulitan? Ada beberapa yang Paulus tegaskan agar kita mampu menghadapi kekacauan di dalam positif, yaitu merenungkan semua yang benar, lihatlah kebaikan, kebajikan seseorang.
Kita diajak juga untuk merenungkan segala sesuatu dengan jujur dan adil. Lihatlah kriteria kebenaran Tuhan yang ada dalam Alkıtab. Semua yang jujur, semua yang adil, semua yang murni, semua yang baik, semua yang namanya baik, jika ada kebajikan, jika ada yang layak dipuji pikirkanlah. Tugas kita adalah mengarahkan pikiran, melatih pikiran, mendisiplinkannya dan mengikuti Tuhan. Amin. Tuhan Yesus Memberkati. TMC

Komentar
Posting Komentar